Pelatihan gratis bersama UKM CYRO

Pelatihan gratis bersama UKM CYRO


Selamat pagi bapak/ibu/sdr/I investor cyronium mengabarkan [ 16-22 Desember 2019] telah terlaksana pelatihan gratis yang berkerja sama dengan beberapa UKM bisnis, yang bertajuk Bisnishack Marketing Camp yang di lakukan selama 7 hari di wisma Duta wacana dan acara tersebut akan berlangsung selama 12 hari dengan mentoring yang di mentoring bersama beberapa Digital marketing Expert.

Dalam acara tersebut terdapat 2000+ pendaftar  dan telah terpilih sebanyak 99 orang yang telah berhasil lolos dan mengikuti pelatihan tersebut.

Diharapkan dengan ada pelatihan tersebut ukm di Indonesia segera beradaptasi dan mulai faham dengan perkembangan dunia bisnis dan usaha yang telah beralih dari model konvensional menuju ke dunia digital, namun di harapkan tidak meninggalkan cara konvensional untuk tetap menjaga customer.

Dari sebelumnnya terjadi globalisasi, yang mengakibatkan banyak sekali UKM atau usaha kecil yang tergilas dan hingga sampai sekarang globalisasi masih terjadi, sekarang kita di hadapkan dengan gelombang yang baru yaitu gelombang Digitalisasi, yang semakin meluas dari tahun ke tahun.

Dan mulai merambah di berbagai aspek kehidupan dan terkhusus mulai merambah di dunia usaha.

“Fakta menunjukkan, 80% usaha mati di tahun pertama dan hanya 20 % bisnis yang bertahan di tahun pertama dan 2 % yang bertahan di 5 tahun pertama. Semua di sebabkan karena berbagai aspek dan yang paling dominan adalah usaha yang tidak beradaptasi dengan perkembangan.

#cyrountukukm #selamat pagi

[Doc : 16 des 2019]

Berawal dari Hobi Menulis, Pemuda Jogja ini Sukses Mendirikan Penerbitan Buku

Berawal dari Hobi Menulis, Pemuda Jogja ini Sukses Mendirikan Penerbitan Buku

Anak muda sekarang memang kreatif. Terutama dalam hal berbisnis dengan internet. Zulkhan Indra Putra adalah salah satu pemuda yang berhasil mengembangkan bisnis kreatif dengan mengandalkan internet. Ia adalah pemilik merk Inspira Book, penerbitan buku panduan kuliah luar negeri yang berlokasi di Yogyakarta.

Zulkhan menceritakan bagaimana awal mula penerbitan ini berdiri. “Tahun 2012 saya kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan di India. Selama kuliah di luar negeri, saya aktif di organisasi dan jadi kenal dengan banyak teman dari berbagai negara,â€� Jelas Zulkhan.

Sepulangnya dari luar negeri, kata Zulkhan, ia aktif di lembaga sosial untuk mengajar. Selama mengajar, ternyata banyak sekali teman-teman di Indonesia yang menanyakan bagaimana caranya bisa kuliah di luar negeri. “Dari situlah tercetus ide untuk menulis buku panduan kuliah di luar negeri,� Imbuh pria kelahiran Pemalang tersebut.

Dalam proses penulisan buku tersebut, tambah Zulkhan, ia mengaku banyak dibantu oleh rekan-rekannya yang kuliah di berbagai negara seperti Inggris, Rusia, Italia, dan Mesir. “Dengan mengajak mereka untuk menulis bersama, saya berharap isi bukunya akan lebih lengkap dan update,�

Dan pada bulan Maret 2015, buku karya pertamanya pun lahir dengan judul Jurus Kuliah di Luar Negeri. Ketika ditanya tentang bagaimana penerbitannya, Zulkhan mengatakan bahwa ia lebih memilih untuk menerbitkannya secara mandiri.

“Kami mengajak kerjasama dengan percetakan buku di Yogyakarta, kemudian buku tersebut kami pasarkan sendiri secara online lewat sosial media,� Ujarnya.

Dalam perkembangannya, ia mengaku sering mendapatkan komplain karena pengiriman barang yang sering terlambat dan rusak. “Saat pesanan semakin banyak, ternyata kami kerepotan dalam pengiriman buku ke luar kota,â€� 
 

Melihat permasalahan itu, Zulkhan kemudian membentuk tim untuk meningkatkan pelayanan. “Dari divisi customer service, marketing, developing product, operasional, hingga administrasi,� Katanya.

Dalam kurun waktu 1 tahun, tambah Zulkhan, buku panduan yang ia tulis sudah naik cetakan ke 13. “Itu diluar dugaan kami, ternyata banyak sekali yang ingin membanca bukunya, terutama anak muda,�

Disinggung mengenai inovasi produk, Zulkhan mengatakan bahwa ia sudah membentuk tim developing product. “Saat ini kami juga sudah menerbitkan beberapa buku baru, seperti panduan meraih beasiswa LPDP, panduan mendapatkan skor TOEFL 600, dan panduan menguasai bahasa Inggris. Semuanya ditulis berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman,� Katanya.

Berkat kesabaran dan kedisiplinannya, Inspira Book semakin dikenal masyarakat luas, terutama di kalangan mahasiswa dan pelajar. Saat ini, sudah ada 40 orang yang menjadi tim Inspira Book.

“Awalnya tidak pernah kepikiran bisa sebesar ini, niat awal saya dan teman-teman adalah membuat buku panduan yang bisa membantu pembacanya untuk kuliah di luar negeri,” Katanya.

Reporter : Dian Ayu Paramitha