‘Kebab Baba Rafi’ Produk Indonesia yang Mendunia Bersama Nilam Sari

‘Kebab Baba Rafi’ Produk Indonesia yang Mendunia Bersama Nilam Sari

Kebab Baba Rafi? Hampir semua orang Indonesia tahu satu makanan ini. Kebab Baba Rafi adalah salah satu produk makanan hasil karya anak bangsa yang sudah berhasil dipasarkan sampai ke luar negeri. Anda tentunya sudah sering sekali menemui gerai-gerai atau otlet yang menjual makanan ini. Makanan ini sangat halal, dan tentunya sehat. Walaupun namanya kebab yang notabene itu makanan khas timur tengah atau berbau arab, tapi rasa makanannya sudah diolah dan dimodifikasi sehingga sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia.

Nah kali ini, tim bisnishack.com sudah berhasil melakukan interview dengan owner Kebab Baba Rafi. Untuk cerita lebih lengkapnya, mari kita simak di bawah ini.

Pertama-tama mungkin perkenalan dulu, mulai dari nama lengkap, nama perusahan, dan bisnis apa yang dijalankan? Dan di mana lokasi untuk kantornya saat ini?

Nama Lengkap saya Nilam Sari, Owner & Marketing Director at PT Baba Rafi Indonesia yang saat ini lokasi kantor pusatnya ada di Jl. R.S Fatmawati No. 33 Pondok Labu Jakarta Selatan. Ada juga Kantor cabang Surabaya di mana dulu kami memulai usaha ini, tetapi sekarang berfungsi sebagai kantor cabang. Alamatnya di Ruko Manyar Garden Regency Jl. Nginden Semolo 109 Kav 29-30 Surabaya.
Sejak kapan usaha Mbak Nilam berdiri? Bersama siapakah mbak Nilam mengawali karirnya, dan apa yang membuat mbak Nilam terjun dalam dunia bisnis?
Sebetulnya sejak awal tidak ada bayangan untuk terjun menjadi entrepreneur seperti saat ini. Kedua orang tua yang notabene pegawai juga di Jamsostek dan BNI yang kemudian membentuk mindset saya untuk menjadi seorang karyawan. Namun, itu semua berubah setelah saya menikah dengan Hendy Setiono.
Being a wife and mother di usia muda, membuat saya ingin menghasilkan uang sendiri. Kami berdua ingin mandiri dan tidak memanfaatkan fasilitas yang diberikan orang tua. At the end of the day, kami pun memutuskan untuk mulai bisnis sendiri, and here I am. 
Mengapa memilih bisnis dalam bidang makanan, dan kenapa yang dipilih adalah Kebab Baba Rafi? Apa nilai lebih dari produk mbak Nilam?
Saya melihat peluang di bisnis kuliner masih terbuka lebar, minat pasar yang luas dan variasi menu yang dapat dikembangkan memudahkan kita untuk memulai usaha di bidang tersebut. 
And why kebab?? Ide ini muncul Pada awal tahun 2003 waktu saya dan suami saya Hendy Setiono pergi ke Qatar untuk mengunjungi ayahnya yang kebetulan bekerja di sana. Di sana banyak sekali jajanan khas Timur Tengah, salah satunya kebab. Setelah mencicipi, langsung saja terlintas di pikiran, sepertinya membuka usaha makanan kebab di Indonesia bisa menjadi peluang, melihat belum ada yang menjual makanan seperti ini, dulu. Akhirnya kita, saya dan suami, mencoba combine kebab dengan rasa yang sesuai selera lidah masyarakat Indonesia.
Baba Rafi memiliki keunggulan pada rasanya yang unik. Kekuatan Brand yang sudah dikenal luas oleh pasar, selain itu proses penyediaan bahan baku dengan kualitas yang selalu dijaga dengan baik, bersertifikasi halal dari MUI. Selain itu kami terus meng-upgrade menu, design product, konsep marketing, kemasan bisnis, manajemen yang solid dan sudah terbukti di lebih dari 1000 outlet yang beroperasi di berbagai negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina, China and opening soon in Srilanka, Singapore, Brunei, dan Belanda.
Apa pencapaian tertinggi dari awal mula berdiri sampai dengan saat ini?
Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan pencapaian sekarang. Ini membuktikan bahwa upaya yang sudah kami lakukan selama ini mendapat apresiasi yang positif dari beberapa pihak. Tetapi ke depannya masih banyak target dan rencana yang masih kami ingin capai, di antaranya membawa Bendera Kebab Turki Baba Rafi menuju ke 4000 gerai (outlet) dan menaklukkan 10 Negara dalam jangka waktu 5 tahun. Dan saya mempunyai visi untuk membawa Babarafi Enterprise “Becoming the Fastest Growing Fast Food Company in Asia�.
Selama menjalani usaha ini, apakah mbak Nilam pernah mengalami sesuatu hal yang unik, lucu, menarik, dan mungkin sedih, dan hal itu benar-benar tidak bsia dilupakan, bahkan mungkin menjadikan motivasi?
Kalau diingat, sebenarnya banyak sekali pengalaman yang tidak bisa saya lupakan sampai saat ini, salah satunya ketika pada awal saya merintis usaha ini tepatnya saat baru 2 minggu berjualan kebab dengan satu gerobak di kawasan Nginden, Surabaya. Saat itu saya dan suami harus menunggui gerobak karena kebetulan karyawan yang biasa membantu kami sedang sakit. Ternyata hari itu hujan deras, jadi sepi. Untuk menghibur diri, hasil jualan hari itu saya belikan makanan di warung sebelah tempat gerobaknya berdiri. Di sana ada warung sea food. Saat saya membayar, eh ternyata lebih mahal daripada hasil jualan saya, jadi, malah rugi hahahaha.
Tahun 2009 juga sempat merupakan waktu yang berat bagi kami karena pada saat itu masih terasa imbas krisis dari ekonomi dunia tahun 2008. Tetapi justru pada saat ekonomi slowing down, kami memutuskan untuk mengembangkan bisnis ke Jakarta. Dikarenakan Jakarta memang potensinya luar biasa dan cocok bagi orang yang haus akan challenge seperti kami. Ekonomi slowing down, pemasukan menurun, kami justru melakukan jor-joran investement untuk pindah ke jakarta. Di mana ketika kami pindah pastinya akan diikuti pula oleh pemindahan karyawan inti strategis yang nantinya akan menunjang kinerja kami di Jakarta. Dikarenakan Jakarta mulai berfungsi sebagai kantor pusat, fasilitas dan penambahan untuk perekrutan karyawan pun dilakukan. Ketika kami memboyong keluarga, it means kami harus memindah rumah ke jakarta juga sekolah 3 anak kami bebarengan dalam satu waktu. Alhamdulillah, semua berjalan tidak sesuai dengan perencanaan dan hutang kami membengkak. Sempat juga miss management, karena kami tidak siap dengan perusahaan kami yang tiba-tiba berkembang menjadi besar. Efektivitas dan produktivitas menurun, perubahan culture within the company yang benar benar harus diubah, standarisaasi KPI pegawai dan miss leading sampai masalah produksi yang naik turun sempat menjadi masalah yang tidak ada hentinya untuk kami. 
Tetapi Alhamdulillah, dalam setahun berikutnya kami mulai untuk mengambil tenaga tenaga profesional yang jauh lebih pintar dari kami seperti lulusan lulusan S2 UI, S2 Luar negeri, sampai profesional management yang pernah berkarir sebagai Kepala Cabang di Luar Negeri dan mulai membawa dampak positif bagi usaha kami. 
Fist kuartal atau 4 bulan pertama yang pasti mereka masih mempelajari flow kerja di Baba Rafi dan membuat plan perencanaan kerja. The next kuartal mereka mulai action untuk merapikan dan turun ke lapangan, and the third kuartal mereka mulai untuk bisa memberikan kontribusi kepada kantor. 
Well, pelajaran dari sini ada 3:

1. Walaupun kita pengusaha yang membangun bisnis ini dari awal dan kita menguasai semuanya, dalam ke depannya kita sangat membutuhkan tenaga ahli untuk menjadi perpanjangan tangan kita. Untuk menerjemahkan seorang nilam, mungkin memerlukan 5 bahkan 50 atau 500 orang untuk mewujudkan program kerja, target goals dan mimpi kita.
2. Berkembang, pasti goyang. Kalau ingin mencapai hasil atau target yang kita capai pasti keadaan tidak akan pernah sesuai dengan apa yang sudah kita gambar atau kita plan di atas kertas. Always have plan a,b,or c. And always persistence toward your goals. Theres no instant way.
3. Buy Time. Maksudnya untuk mencapai tujuan kita, beli fasilitas, beli sistem dan beli management, beli skills untuk percepatan. Tidak semua harus di trial and error. Kita juga bisa membeli hal tersebut, tetapi tergantung juga seberapa besar kita mau mengeluarkan modal dan investement untuk itu.
Bagaimana cara mbak Nilam menjaga kualitas produk sampai saat ini, yang tentunya kita semua tahu bahwa Kebab Baba Rafi juga sudah sampai ke manca negara?
Sebagai Perusahaan yang bergerak di dunia makanan, kualitas rasa dan unsur kebersihan produk akan selalu menjadi concern utama kami dalam mempertahankan eksistensi kami di dunia bisnis serta dalam menjaga mutu layanan kami kepada para Franchisee sebagai partner bisnis kami, juga kepada konsumen. 
Baba Rafi berinvestasi luar biasa besar kepada “Key Factor� seperti Sistem, SDM, Management, Brand, Kualitas Produk dan Service. Kami sadar bahwa management adalah key of success untuk mengawal pertumbuhan bisnis kami kedepannya. Sehingga bisa tetap sustainable in a long run. Oleh karena itu, kami juga berinvestasi banyak terhadap fasilitas kerja, training karyawan kami dan Branding baik di dalam dan luar negeri.
Kami menerapkan standarisasi mulai dari menjaga standar bahan baku, distribusi, hingga proses memasak kebab di outlet-outlet. Di samping itu, Customer Care dan Quality Control harus tetap berjalan sesuai schedule operasional untuk memastikan bahwa Standar Operasional Procedure (SOP) sudah berjalan sesuai harapan. 

Secara spesifik beberapa strategi yang saya terapkan di antaranya :
1. Strategi produk
Selalu menggunakan bahan yang fresh, berkualitas, dan bekerja sama dengan supplier yang berkompeten di bidangnya.
2. Strategi Pricing
Harga yang bersaing dengan produk sejenis, disesuaikan dengan kemampuan target market tanpa mengurangi standar kualitas.
3. Strategi Distribusi
Menempatkan stockist di setiap daerah seluruh Indonesia agar franchisee mudah untuk membeli bahan baku, dan sistem delivery untuk pembeli ( end user ).
Sistem Apa yang telah Mbak tetapkan dalam bisnis, sehingga bisnis tersebut mampu tumbuh dan berkembang dengan baik?
Pada tahun 2005, kami memutuskan untuk menggunakan sistem Franchise sebagai bentuk strategi pengembangan usaha. Alhamdulillah bisnis ini sudah berkembang dengan pesat hingga sekarang sudah memiliki lebih dari 1000 outlet yang beroperasi di berbagai negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina, China and opening soon in Srilanka, Singapore, Brunei, Belanda. Dan tentunya juga terus berinvestasi kepada management juga sistem di dalam perusahaan. 
Target kami di tahun 2014 ada 4 key main point :
a. Numbers – jumlah 400 outlet within 2017 dengan rasio 50 : 50 between franchisee own dan company own.
b. Sustainable Business – Be able to be sustainable in a long run. Even for another 50 or 100 years.
c. International Brand – Open and sustainable to running, Target 10 countries in 2015.
d. Share with Others  – Baba Rafi Mentoring Session, inspiring and practical sharing business class for startups.
Baba Rafi Academy – Merekrut tenaga-tenaga dengan lulusan berpendidikan rendah dan tingkat eknonomi lemah dari daerah-daerah terpencil. Memberikan kelas training for free untuk 3 bulan. Dan mensertifikasi mereka dengan keahlian basic untuk memulai bisnis or kerja di dunia kuliner. Sehingga siap kerja juga disalurkan ke restaurant restauran or jaminan kerja di Baba Rafi.
Baba Rafi CSR Program – Bantuan kepada yayasan panti asuhan, panti jompo dan program pemberdayaan masyarakat.
Seberapa pentingkah keluarga dan karyawan dalam bisnis Anda? Bagaimana cara Anda dalam memberikan kompensasi terhadap karyawan? Apakah selalu dengan uang?
Bagi saya ‘family comes first’. Keluarga merupakan pendorong, penyemangat, serta pemberi support dan motivasi kepada saya untuk menjalani hidup ini agar menjadi lebih baik dalam senang atau pun susah. 3 anak saya Rafi Darmawan, Reva Audrey Zahira dan Ready Enterprise merupakan berkah tersendiri dari tuhan yang menjadi tujuan hidup saya. Yang paling besar sekarang sudah SMP dan makin kritis. Mereka sangat meminta waktu saya untuk di rumah dan lebih berinteraksi dengan mereka dalam kehidupan sehari harinya. Sebisa mungkin selalu menyempatkan diri untuk hadir di kegiatan mereka seperti performance biola, piano or ballet juga presentaion project kelas mereka. 
Tetapi, memang karena saya juga harus sering ke luar kota dan keluar negeri untuk jangka waktu yang sering. Jadi, saya memang membuat sistem di rumah untuk menunjang kegiatan anak-anak dan memastikan bahwa kegiatan dan kebutuhan keluarga tetap aman dan tersedia. Seperti driver, helper, secretary juga guru les. Alhamdulillah, Ibu Bapak saya masih sehat, sehingga saya masih bisa menitipkan mereka ketika saya harus travelling untuk mengurus pekerjaan. I always believe, sebagai perempuan kita tidak boleh terkungkung untuk menyalurkan bakat kita dan tetap bisa memberi kontribusi bagi sekitar. Tetapi, tetap harus memastikan keluarga aman dan terpenuhi kebutuhannya. Selagi mengejar karir dan pendidikan tinggi, tetap juga harus menjalankan fungsi sebagai seorang ibu dan istri. Alhamdulillah, suami saya mas Hendy Setiono selalu mendukung selama itu masih positif dan tetap meluangkan waktu untuk keluarga dan anak anak. A Happy woman, represent her happy family.
Di Baba Rafi, kami menyebut diri sebagai satu “keluarga besar�. Karyawan bukan hanya sebagai rekan kerja di kantor, melainkan juga memegang peranan sebagai perpanjangan tangan saya untuk memikirkan kelangsungan usaha brand “Kebab Turki Baba Rafi� ke depannya dan juga langkah-langkah sukses selanjutnya. That’s why saya selalu berupaya menciptakan suasana yang harmonis di tempat kerja dengan membentuk pola komunikasi yang efektif dan efisien, mendahulukan hak-hak karyawan yang menjadi kewajiban saya, serta memberikan jenjang karir dan apresiasi sesuai dengan kinerja karyawan yang bersangkutan.
Apa ketakutan terbesar Anda sebagai seorang pengusaha? Jika Anda dapat memberikan hanya satu nasihat kepada pengusaha pemula, apakah itu? 
Sebagai seorang pengusaha, hal yang paling menakutkan bagi saya adalah “fear itself’�. Ketakutan menghalangi kita untuk melakukan dan mencapai hal-hal besar dan bagi pengusaha pemula “Never be Afraid to Dream Big�.
Saya dan suami itu seorang pemimpi. Ini semua berawal dari mimpi. Dari dulu kita jualan gerobak, Melihat ruko jadi kepingin, Alhamdulillah ruko kesampaian. Lalu, ingin punya kantor yang proper untuk karyawan dan ada logistic sitenya, Alhamdulillah sekarang kami sudah menempati gedung kami sendiri dengan production site di dalamnya. Kemudian mimpi ingin mempunyai cabang di luar negeri, Alhamdulillah setelah berusaha 4 tahun ikut pameran, terkabul juga. Semua hal tersebut memerlukan proses dan persistence.
Bahkan kita punya semacam wall di kamar untuk nulis semua harapan kita. Dan Alhamdulillah sudah jadi kenyataan satu persatu.
Jika Anda harus melawan raksasa, senjata apa yang akan Anda gunakan? Ini metafora. 
Coffee. Definetly we can always make relationship with a cup of coffee. Sinergy dan Collaboration adalah salah satu senjata terkuat untuk bersama sama menjadi besar. I always believe in working together to achieving goals.
Nilamsari
Owner & Marketing Director of Baba Rafi Group
Kebab Turki Baba Rafi. The World’s Biggest Kebab Chain!
Graha Baba Rafi
Jl. RS. Fatmawati 33. Pondok Labu, Jakarta Selatan, Indonesia
P : +62 21 7660497 I F : +62 21 7503071 I W : www.babarafi.com
Twitter : @Nilambabarafi I Facebook : Nilambabarafi