Tanaman Herbal : Prospek Cemerlang untuk Hidup Lebih Sehat dan Mudah

Tanaman Herbal : Prospek Cemerlang untuk Hidup Lebih Sehat dan Mudah

Kehidupan manusia tidak terlepas dari musibah atau bencana, baik yang ditimbulkan oleh alam atau karena pola hidup yang salah. Bencana dari alam mungkin lebih bersifat global atau menyerang banyak orang, seperti tsunami, gunung meletus, banjir dan sebagainya. 
Image Credit
Sedangkan salah satu contoh bencana yang ditimbulkan oleh pola hidup yang salah adalah penyakit. Meskipun demikian ada kesamaan dari dua golongan musibah yang terjadi, yaitu sama sama dapat menimbulkan penyakit untuk manusia khususnya.
Banjir dapat mendatangkan penyakit berupa diare, gatal-gatal, flu , dan berbagai penyakit pencernaan serius yang lainnya. Namun penyakit yang ditimbulkan akibat pola hidup yang salah akan lebih parah untuk penyakit yang di timbulkan. 
Pola hidup yang salah dapat memicu penyakit ganas yang sulit disembuhkan misalnya penyakit yang di timbulkan karena jarang berolahraga yaitu stroke, jantung, osteoporosis, dan sebagainya. Penyakit yang di timbulkan akibat pola makan yang salah adalah diare, disentri, alergi, bahkan penyakit berat seperti diabetes, kolesterol, dan asam urat.
Perbedaan dua golongan tersebut adalah, jika penyakit yang datang dari bencana alam mungkin sifatnya lebih jarang daripada penyakit yang datang karena kesalahan pola hidup.

Di Zaman serba teknologi ada banyak penyakit baru yang muncul, namun alam selalu memberikan solusi untuk kesembuhan berbagai permasalahan manusia termasuk penyakit-penyakit baru tersebut.

Dari permasalahan tersebut, dapat disimpulkan bahwa solusi untuk penyembuhan penyakit yang menimpa manusia sebenarnya ada di sekitar kita. Akan tetapi terkadang manusia berpikir simpel dan praktis untuk menyelesaikannya yaitu dengan pergi ke dokter. 

Obat-obatan kimia selain memberikan efek kesembuhan pasti menimbulkan permasalahan baru yang sering kita sebut dengan efek samping. 

Tentu itu bukanlah solusi yang menguntungkan, karena lama-kelamaan kita akan tergantung dengan obat seiring dengan kesembuhan penyakit lama dan datangnya penyakit baru.
Namun demikian masyarakat modern kini beralih kepada tanaman herbal untuk menyembuhkan penyakit, kesadaran tersebut diperoleh dari kejenuhan mereka mengkonsumsi obat-obat kimia yang seperti memberikan harapan  palsu untuk kesembuhan penyakitnya. Masyarakat mulai mencari penjual tanaman-tanaman herbal yang berkhasiat untuk mengatasi penyakitnya tersebut. bahkan ada juga yang menanam sendiri di rumah.
Semakin tinggi permintaan masyarakat akan tanaman obat herbal, tentu akan menjadi prospek yang bagus bagi pelaku bisnis yang ada di tanah air. Tanaman herbal seperti apa yang paling cocok? 
Berikut ini adalah contoh beberapa tanaman herbal yang paling banyak di minati masyarakat Indonesia beserta khasiatnya :

Tanaman buah manggis
Buah manggis tumbuh pada pohon dengan tinggi 6-20 meter. Mempunyai daun yang hijau dan buah yang berwarna coklat. Jika di buka di dalamnya berwarna pink keunguan dan buahnya berwarna putih berbiji.
Di Indonesia belum banyak orang yang membudidayakan manggis secara serius, selama ini manggis hanya di tanam oleh petani lokal yang lahannya belum terlalu luas. Sementara jika ingin menembus pasar luar negeri, pembudidayaan harus dilakukan secara besar-besaran namun tetap diikuti dengan kualitas yang baik.
Kini buah manggis banyak di cari oleh perusahaan obat yang memanfaatkan kulit manggis sebagai bahan bakunya. Kulit manggis memang sedang marak di bicarakan khalayak karena khasiatnya yang manjur untuk mengatasi beberapa penyakit serius, misalnya : Kulit manggis dapat mengobati beberapa penyakit yaitu, Mengobati Sariawan, Mengatasi Diare, Anti kanker, Mencegah Penyakit Jantung, Meremajakan Kulit. Perusahaan mengemas kulit manggis dengan bentuk ektrak yang di masukkan ke dalam kapsul. Dengan demikian pembeli tidak perlu repot-repot untuk mengolah sendiri kulit manggis untuk pengobatan. Buahnya sendiri mempunyai manfaat  diantaranya adalah sebagai obat amandel, Diare, Keputihan, Wasir, Disentri, Peluruh dahak, dan Sakit gigi.
Melihat beberapa manfaat yang terkandung dalam buah manggis, jika masyarakat mau membudidayakannya secara serius maka tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan pemasukan yang menjanjikan.
Bila kamu tidak punya lahan yang luas dan modal usaha yang cukup, menjual bibit-bibit manggis juga merupakan usaha yang menjanjikan. Penjualan bibit manggis tidak terlalu banyak resiko seperti busuk atau kadaluarsa. Penjualannya tergolong cepat, sehingga usaha yang di jalankan akan cepat untuk balik modal.
Jika kamu memulai usaha penanaman manggis dari nol waktu panen buah manggis akan terlalu lama, sehingga tidak ada yang bisa di lakukan selain menunggu. Waktu panen mnggis terjadi setelah pohon besar dan memakan waktu sekitar 11 tahun. Usaha penanaman paling cepat yaitu dengan menyambung batang pohon manggis bagian atas dan bagian bawah, itupun baru akan di peroleh hasil panen setelah menunggu 3 tahun.
Harga manggis sendiri di pasaran cukup tinggi, berkisar antara 24- 26 ribu perkilo. Dengan demikian jika pembudidayaan dilakukan dengan benar dan dalam jumlah besar, keuntungan yang di peroleh juga akan semakin tinggi.
Tanaman daun dewa
Daun Dewa atau yang bernama lain Gynura segetum Lour Merr kini di buru oleh para peracik obat tradisional. Mengapa demikian ? Karena daun dewa memiliki posisi yang penting dalam peracikan obat-obatan. Daun dewa tidak di olah sendirian saat akan di ramu untuk menjadi jamu atau obat herbal, namun di barengi dengan tanaman-tanaman lain seperti mahkota dewa, binahong dan lain sebagainya. Meskipun banyak di buru karena kedudukanya penting dalam sebuah ramuan obat, budidaya tanaman daun dewa ini belum banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia.
Perlu di ketahui daun dewa memiliki khasiat mengobati berbagai macam peyakit di antaranya adalah luka terpukul, pendarahan, batuk darah, muntah darah, mimisan, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa, pembekuan darah, tulang patah dan pendarahan setelah melahirkan.
Prospek menanam daun dewa ini tergolong cerah, karena daun dewa jika di jual di pasaran harganya bisa mencapai 40 ribu perkilonya, sedangkan untuk umbi lebih mahal lagi yakni 250 ribu rupiah di tingkat produsen.
Pembudidayaan tanaman daun dewa sangat mudah, karena daun dewa ini dapat tumbuh pada dataran sedang. Cara menanamnya cukup dengan cara stek pada batang dan tunas akar. Perawatannya cukup dengan menyiramnya secara teratur agar penampilan daun dewa semakin cantik. Yang tak kalah penting lagi, daun dewa yang rusak atau layu harus segera di potong agar tidak menjalar ke daun lainnya. Daun dewa ini akan tumbuh dan siap panen pada umur 4 bulan dengan cara memangkas atau memotong daun dewa yang berjumlah 4-5 helai dari puncak.
Tanaman buah naga
Buah naga termasuk jenis tanaman kaktus yang berasal dari Mexico, Amerika Tengah, dan Amerika Utara. Namun karena buah ini mulai di ketahui masyarakat luas buah ini sudah menyebar di seluruh dunia. Masyarakat mulai mengenal buah naga karena selain buah ini dapat menyegarkan, buah ini juga mempunya beberapa khasiat untuk kesehatan.
Khasiat buah naga di antaranya adalah Menjaga kesehatan tulang dan gigi, Mencegah diabetes melitus, Menghambat penuaan dini, Mencegah Kanker, Menurunkan kadar kolesterol, Menghaluskan kulit wajah, Meningkatkan kekebalan tubuh, Meningkatkan nafsu makan.
Selain dikonsumsi tanaman buah naga dibudidayakan secara besar-besaran di Vietnam dan Thailand sebagai tanaman hias. Warna dan bentuknya yang unik membuat masyarakat di sana sangat tertarik untuk menggunakan buah naga sebagai hiasan hidangan atau hiasan di meja utama.
Indonesia mengenal buah naga pada tahun 2000. Pertama kali Indonesia mengenal buah naga melalui impor dari Thailand. Perlu di ketahui sebenarnya pembudidayaan buah naga relatif mudah karena di Indonesia rata-rata mengalami iklim tropis yang sangat cocok untuk pembudidayaan buah naga.
Jika dibudidayakan secara serius, maka buah naga ini mempunyai prospek yang cukup bagus. Meskipun Indonesia mengenal buah naga sudah cukup lama, namun masih jarang masyarakat yang menanamnya. Bagi kamu yang mempunyai modal pas-pasan, dan takut rugi, jangan ragu untuk memilih buah naga untuk di tanam. Buah naga akan tumbuh sekitar 1-2 bulan, dan saat itu buah naga siap untuk di panen. Dengan modal pembibitan yang murah dan masa panen yang singkat tentu pengusaha buah naga akan cepat untuk balik modal. Harga jual dari buah naga itu sendiri  sekitar 10 ribu sampai 15 ribu rupiah per kilonya
Tanaman buah tim
Buah tin mungkin belum terlalu terkenal di Indonesia, padahal banyak khasiat yang terdapat pada buah tin diantaranya adalah  membunuh bakteri yang mengganggu kesehatan tubuh, dapat menurunkan kadar kolesterol tubuh. 
Bagi kamu yang sedang diet, buah tin cocok untuk menurunkan berat  badan kamu dan memperlancar diet sehat kamu. Menambah nafsu makan merangsang pembentukan hemoglobin dalam darah, sehingga sangat cocok digunakan bagi penderita anemia, mengurangi risiko penyakit jantung, mengobati sembelit atau konstipasi, buah tin bermanfaat memperkuat  tulang dan sendi dan mempercepat perkembangan tulang dan gigi pada anak karena banyak mengandung kadar kalsium, melawan sel- sel kanker yang berkembang dalam tubuh manusia, membantu bernapas normal bagi penderita sesak napas atau asma, mengobati penyakit usus dan lambung, dan mengobati luka.
Prospek buah tin di indonesia cukup baik jika dibudidayakan secara serius, dan marketing yang bagus. Persaingan budidaya buah tin pada umumnya tidak ada, artinya peluang berhasil akan semakin tinggi.
Pemasaran buah tin kini semakin beragam. Baru-baru ini muncul pemasaran buah tin dengan cara online. Jadi penjual mengirim langsung pohon buah tin yang berukuran sedang kepada pembeli melalui pengiriman ekspres. Dengan pengiriman ekspres, pembeli tidak perlu khawatir pohon akan rusak atau busuk.
Harga dari buah tin sendiri berkisar antara 39 ribu sampai 45 ribu rupiah perkilonya. Sedangkan pohonnya di bandrol dengan harga 100-400 ribu rupiah pada ukuran sedang, tergantung jenis buah tin itu sendiri.
Kapulaga
Indonesia memiliki tanah yang subur dan iklim tropis yang menguntungkan untuk menanam berbagai macam tanaman. Tak terkecuali tanaman herbal yang juga sangat bermanfaat untuk kesehatan penduduk di Indonesia. Salah satu tanaman herbal yang berpotensi tumbuh subur di Indonesia adalah kapulaga. Meskipun demikian kapulaga belum di manfaatkan secara optimal, karena mungkin sebagian masyarakat tidak mengetahui khasiat dai kapulaga itu sendiri.
Kapulaga tumbuh seperti jahe dengan tinggi pohon antara 2-3 meter. Selain dapat tumbuh liar di pekarangan rumah, kapulaga juga bisa dibudidayakan secara serius dengan sistem tumpang sari.
Manfaat kapulaga sendiri adalah sebagai campuran jamu juga sebagai bahan rempah masakan. Sedangkan khasiatnya untuk kesehatan adalah untuk meningkatkan libido, mengobati impotensi, kejang perut, encok, rematik, kelelahan, menurunkan panas,  obat batuk, dan gatal tenggorokan. Lebih banyak lagi khasiatnya adalah sebagai penghilang bau mulut dan penyedap es krim atau soft drink.
Masa panen kapulaga sedikit lebih lama dari tanaman yang lain yaitu 2-3 tahun. Namun demikian untuk satu hektar tanaman kapulaga akan diperoleh pendapatan antara 4-6 juta rupiah. Untuk harga perkilonya kapulaga berkisar 20 ribu rupiah di pulau jawa.
Tanaman di atas adalah contoh beberapa tanaman herbal yang mempunyai prospek cerah di indonesia. Sebenarnya tanaman herbal bisa dibudidayakan di rumah. Dengan modal sedikit dan cepat balik modal. Namun demikian ada beberapa tips yang patut untuk di perhatikan dan dilaksanakan jika kamu ingin mencoba membuka usaha budidaya tanaman herbal di rumah.
Sirih
Manfaatkan tanaman sirih untuk menghiasi pagar atau pintu masuk ruangan tempat kamu akan menanam tanaman herbal. Sirih merupakan tanaman yang merambat dengan bentuk dan warna yang cantik. Hal itu akan mempermanis ruangan tersebut. 
Sirih mungkin hanya salah satu dari sekian banyak tanaman herbal yang merambat lainnya. Namun kelebihan dari tanaman sirih bukan hanya sebagai pemanis tempat penanaman, tapi tanaman ini juga anti ulat karena rasanya pahit. Dan yang tak kalah pentingnya sirih juga bisa di manfaatkan sebagai tanaman herbal yang bermanfaat untuk kesehatan.
Tanaman herbal berbunga
Memilih tanaman herbal yang berbunga juga mampu membuat ruangan tempat menanam menjadi semakin cantik. Contoh tanaman herbal berbunga adalah mahkota dewa, kumis kucing atau tampak dara. Mempunyai tanaman herbal di rumah untuk dibudidayakan memang usaha yang produktif, dan memilih tanaman herbal berbunga merupakan ide yang bagus untuk mempercantik rumahmu.
Tanaman herbal berbentuk kecil
Saat kamu memilih menanam tanaman herbal di rumah, tentu kamu akan mengalami kesulitan untuk menanamnya karena lahan yang ada mungkin sangat minim. Untuk itu pilih tanaman herbal yang tidak terlalu memakan tempat yang banyak. Dengan memilih tanaman herbal yang berbentuk kecil kamu juga bisa menanam tanaman herbal yang semakin beragam jenisnya.
Tanaman herbal yang berbentuk kecil antara lain : lidah buaya, krokot, ceplukan, dan brotowali.
Image Credit
Memanfaatkan barang bekas
Manfaatkan bahan bekas di rumah untuk media tanaman herbal yang akan kamu tanam. Kamu bisa memanfaatkan kaleng bekas untuk menanam, dan tumpukan kayu-kayu bekas untuk tempat menyusun tanaman tersebut. jika kamu menyusunnya secara rapi tentu kamu dapat memaksimalkan sudut ruangan tempat menanam tersebut dengan efektif dan efisien.
Libatkan tetangga
Melibatkan tetangga untuk memproduksi tanaman herbal adalah ide yang menarik. Namun usahakan tanaman antara satu tetangga dengan tetangga yang lain berbeda jenis. Agar satu sama lain bisa memanfaatkan ketika membutuhkan. Selain itu jika kamu ingin memasok tanaman herbal kamu pada pengepul, kamu juga akan menyetorkan semakin banyak jenis tanaman herbal lainnya. 
Kerja sama dengan tetangga umumnya lebih mudah karena tetangga bukanlah orang lain yang tidak kita kenal, sehingga pembagian keuntungan juga akan lebih mudah.
Pengolahan produk
Jika kamu tidak mempunyai ruangan untuk membudidayakan tanaman herbal, jangan pernah patah semangat. Kamu bisa membuka peluang bisnis yang lain yaitu pengolahan produk tanaman herbal. Kamu bisa mendapatkan tanaman herbal di pasar, lalu kamu olah menjadi produk jadi sehingga orang lain akan lebih mudah untuk mengonsumsinya secara langsung.
Jalinan relasi
Untuk prospek yang lebih cerah cobalah untuk menjalin relasi dengan pemasok besar tanaman herbal. Pemasok-pemasok tersebut biasanya akan mengirim tanamannya untuk di sebuah pabrik, jadi kuantitasnya sangat di perhatikan. Karena masih sedikit penduduk yang membudidayakan tanaman herbal, tentu kamu sangat berpeluang menjadi pemasok untuk pengepul meski kapasitasnya kecil.